Focus and Scope
Fokus dan Ruang Lingkup
Peunulang secara khusus berfokus pada kajian tentang Aceh, termasuk masyarakat, sejarah, kebudayaan, ekspresi budaya, dan warisan budaya yang berkaitan dengan Aceh. Jurnal ini menerima karya ilmiah yang memberikan kontribusi substantif terhadap pemahaman mengenai Aceh melalui pendekatan disipliner maupun interdisipliner.
Ruang lingkup Peunulang meliputi:
- Antropologi dan Kajian Sosial-Budaya Aceh
Etnografi, antropologi sosial dan budaya, masyarakat, identitas, kekerabatan, relasi sosial, pengetahuan lokal, praktik kebudayaan, sistem kepercayaan, serta perubahan sosial dan budaya di Aceh.
- Sejarah dan Kajian Kesejarahan Aceh
Sejarah lokal dan regional, pengalaman sejarah masyarakat Aceh, memori sejarah, historiografi, sumber-sumber sejarah, perubahan sejarah, serta hubungan antara sejarah, masyarakat, dan kebudayaan Aceh.
- Arkeologi dan Warisan Arkeologis Aceh
Kajian arkeologi, situs arkeologi, budaya material, permukiman masa lalu, arkeologi Islam, arkeologi maritim, lanskap arkeologis, serta interpretasi dan pengelolaan warisan arkeologis di Aceh.
- Filologi dan Kajian Manuskrip Aceh
Manuskrip Aceh, tradisi tekstual, bahasa, aksara, tradisi sastra, transmisi teks, pelestarian manuskrip, serta konteks sosial, budaya, dan sejarah manuskrip di Aceh.
- Seni dan Ekspresi Budaya Aceh
Seni tradisi dan kontemporer, seni pertunjukan, musik, tari, seni rupa, kerajinan, arsitektur, kuliner, ekspresi budaya, kreativitas, serta transformasi praktik kesenian di Aceh.
- Warisan Budaya dan Kajian Heritage Aceh
Warisan budaya benda dan takbenda, pelindungan dan pengelolaan warisan budaya, konservasi, interpretasi, lanskap budaya, Cagar Budaya, Warisan Budaya Takbenda, hubungan warisan budaya dengan masyarakat, serta relasi antara warisan budaya, identitas, dan kehidupan sosial di Aceh.
- Museum dan Museologi di Aceh
Kajian permuseuman, koleksi, kuratorial, konservasi, interpretasi, edukasi museum, hubungan museum dan masyarakat, pengembangan museum, serta transformasi digital dalam pengelolaan museum di Aceh.
- Pemajuan dan Kebijakan Kebudayaan di Aceh
Pemajuan kebudayaan, tata kelola kebudayaan, kebijakan kebudayaan, kelembagaan kebudayaan, program kebudayaan, pembangunan kebudayaan, serta pelindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan kebudayaan di Aceh.
- Kebudayaan Kontemporer dan Transformasi Budaya di Aceh
Globalisasi, modernisasi, migrasi, budaya digital, ketahanan budaya, adaptasi budaya, perubahan praktik kebudayaan, generasi muda dan kebudayaan, identitas budaya, serta berbagai persoalan kebudayaan kontemporer di Aceh.
Ruang Lingkup Geografis dan Kultural
Ruang lingkup utama Peunulang adalah Aceh, Indonesia. Kajian mengenai masyarakat Aceh yang berada di luar wilayah geografis Aceh juga dapat dipertimbangkan sepanjang praktik kebudayaan, sejarah, identitas, atau warisan budaya yang dikaji memiliki hubungan yang substantif dan jelas dengan Aceh.
Kajian komparatif yang melibatkan Aceh dan wilayah lain dapat dipertimbangkan sepanjang Aceh tetap menjadi bagian substantif dari penelitian dan perbandingan tersebut memberikan kontribusi yang bermakna bagi pemahaman mengenai masyarakat, sejarah, kebudayaan, atau warisan budaya Aceh.
Jenis Artikel
- Artikel Hasil Penelitian
- Artikel Konseptual atau Teoretis
- Artikel Tinjauan/Kajian Pustaka
Setiap naskah harus memberikan kontribusi ilmiah yang substantif terhadap kajian tentang Aceh dan memiliki keterkaitan yang jelas dengan fokus dan ruang lingkup jurnal.





Peunulang: Jurnal Pemajuan Kebudayaan is licensed under a